Karakteristik Perubahan Perkembangan Embryo Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Jatimbulan sebagai Indikator Perubahan Salinitas Lingkungan

Karakteristik Perubahan Perkembangan Embryo Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Jatimbulan sebagai Indikator Perubahan Salinitas Lingkungan

image
By muhammad pahlevi On Selasa, Oktober 24 th, 2017 · no Comments · In

 

 

Peningkatan konsumsi ikan berdampak pada penyediaan lahan budidaya. Pembukaan lahan budidaya baru bersinggungan dengan kebutuhan lahan untuk pertanian dan perumahan bagi manusia. Untuk itu, diupayakan pembukaan lahan baru budidaya ikan dilakukan di lokasi yang tidak mengganggu kepentingan tersebut, misalnya daerah pantai. Untuk itu, dibutuhkan jenis ikan yang mampu untuk hidup dan berkembang biak pada salinitas tinggi, salah satunya dengan dihasilkannya ikan nila Jatimbulan. Hal yang paling penting dalam budidaya adalah perkembangbiakan ikan dalam suatu budidaya sehingga perkembangan embryo ikan merupakan salah satu indikator bagi penentuan kelayakan lokasi budidaya ikan secara fisiologis. Perkembangan embryo ikan yang normal menunjukkan kelayakan suatu lokasi budidaya ikan dan sebaliknya, terjadinya keabnormalan perkembangan embryo menunjukkan ketidaklayakan suatu lokasi budidaya ikan secara fisiologis.

 

  • Karakteristik Perubahan Morfologi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Jatimbulan dalam Lingkungan Bersalinitas Tinggi

 

 

Ikan nila merupakan salah satu kultivan yang memiliki kemampuan untuk hidup pada rentang salintias yang tinggi. Salah satu varian ikan nila yang mampu hidup di lingkungan bersalintas tinggi di Indonesia adalah ikan nila Jatimbulan. Pengkajian kemampuan hidup ikan dalam lingkungan bersalintas tinggi perlu dilakukan karena suatu budidaya dituntut untuk baik dari segi kuantitas dan kualitas. Embryo ikan yang mendapatkan paparan salinitas tinggi juga akan mengganggu perkembangan ikan selanjutnya, seperti perkembangan tulang, dan hal ini akan mengakibatkan kualitas budidaya ikan menjadi turun.

 

  • Karakteristik Morfologi dan Meristik Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Jatimbulan sebagai Bioindikator Pengaruh Lingkungan yang Tercemar Logam Berat

 

 

Industrialisasi dan penggunaan peralatan modern memiliki keuntungan dan kerugian bagi manusaia. Salah satu kerugian yang ditimbullkan adalah peningkatan logam berat di lingkungan perairan. Untuk memanfaatkan suatu perairan sebagai tempat budidaya perlu dilakukan kajian bioakumulasi logam berat pada kultivan yang dibudidayakan. Ikan nila merupakan salah satu ikan yang biasa digunakan sebagai bioindikator pencemaran perairan di seluruh dunia. Di Indonesia telah ditemukan ikan nila varietas Jatimbulan yang unggul dalam toleransi salinitas tinggi sehingga penggunaannya sebagai bioindikator sangat berpotensi karena dapat digunakan pada rentang salinitas yang luas. Karakter morfologi (bentuk, warna, dll) dan meristik (ukuran bagian tubuh, dll) ikan nila Jatimbulan dapat memberikan gambaran kelayakan suatu perairan untuk budidaya ikan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *